Didalam organisasi
pasti ada suatu struktur yang di Mulai
dari pemimpin, wakil, sekretaris, benda-hara, hingga anggota/pengikut. Pada
kesempatan kali ini, ijinkan penulis untuk menjelaskan teori & arti penting
dari kepemimpinan. Mula-mula mari kita memperdalam pengetahuan kita tentang apa
itu definisi dari kepemimpinan.
A. Teori
& Arti Penting dari Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah
proses memengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepadapengikutnya dalam
upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah
“melakukannya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang
senima ahli, pengrajin, atau praktisi. Teori kepemimpinan dalam organisasi
telah berevolusi dari waktu ke waktu ke dalam berbagai jenis dan merupakan
dasar terbentuknya suatu kepemimpinan. Setiap teori menyediakan gaya yang
efektif dalam organisasi. Banyak penelitian manajemen telah menemukan solusi
kepemimpinan yang sempurna. Hal ini menganalisis sebagian besar teori terkemuka
dan mengeksplorasinya. Dalam teori kepemimpinan, ada beberapa macam teori di
antaranya:
1. Great Man Theory
Teori ini
mengatakan bahwa pemimpin besar (great leader) dilahirkan, bukan dibuat (leader
are born, not made). Dilandasi oleh keyakinan bahwa pemimpin merupakan orang
yang memiliki sifat-sifat luar biasa dan dilahirkan dengan kualitas istimewa
yang dibawa sejak lahir dan ditakdirkan menjadi seorang pemimpin di berbagai
macam organisasi.
2. Teori Sifat
Teori sifat
kepemimpinan membedakan pada pemimpin dari mereka yang bukan pemimpin dengan
cara berfokus pada berbagai sifat dan karakteristik pribadi masing-masing.
Seorang pemimpin
akan sukses atau efektif apabila dia memiliki sifat-sifat seperti berani
bersaing, percaya diri, bersedia berperan sebagai pelayan orang lain, loyalitas
tinggi, intelegensi tinggi, hubungan interpersonal baik, dan lain sebagainya.
Adapun kelemahan
dari seorang pemimpin pada teori sifat di antaranya:
a. Terlampau banyak
sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin
b. Mengabaikan
unsur follower dan situasi serta pengaruhnya terhadap efektivitas pemimpin
c. Tidak semua ciri
cocok untuk segala situasi
d. Terlampau banyak
memusatkan pada sifat-sifat kepemimpinan dan mengabaikan apa yang sebenarnya
dilakukan oleh pemimpin.
3. Teori Perilaku
Teori perilaku
disebut juga dengan teori sosial dan Pemimpin itu harus disiapkan, dididik dan
dibentuk tidak dilahirkan begitu saja). Setiap orang bisa menjadi pemimpin,
melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta dorongan oleh kemauan sendiri.
Dasar pemikiran
pada teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika
melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan.
4. Teori
Kepemimpinan Situasional
Teori kepemimpinan
situasional adalah suatu pendekatan terhadap kepemimpinan yang menganjurkan
pemimpin untuk memahami perilaku bawahan, dan situasi sebelum menggunakan
perilaku kepemimpinan tertentu. Teori ini muncul sebagai reaksi terhadap teori
perilaku yang menempatkan perilaku pemimpin dalam dua kategori yaitu otokratis
dan demokratis.
5. Teori
Kepemimpinan Karismatik
Dalam teori ini
para pengikut memiliki keyakinan bahwa pemimpin mereka diakui memiliki
kemampuan yang luar biasa. Kemampuan mempengaruhi pengikut bukan berdasarkan
pada tradisi atau otoritas formal tetapi lebih pada persepsi pengikut bahwa
pemimpin diberkati dengan bakat supranatural dan kekuatan yang luar biasa. Di
mana kemampuan yang luar biasa tersebut hanya dimiliki oleh orang-orang
tertentu dan tidak semua orang memilikinya.
Karismatik positif
memiliki orientasi kekuasaan sosial:
a. Para pemimpin
ini menekankan internalisasi dari nilai-nilai bukannya identifikasi pribadi;
b. Mereka tidak
berusaha untuk menanamkan kesetiaan kepada diri mereka sendiri, tetapi lebih
pada ideologi;
c. Otoritas didelegasikan
hingga batas yang cukup besar, informasi dibagikan secara terbuka, didorongnya
partisipasi dalam keputusan;
d. Penghargaan
digunakan untuk menguatkan perilaku yang konsisten dengan misi dan sasaran dari
organisasi, serta
e. Hasilnya adalah
kepemimpinan mereka akan makin menguntungkan bagi pengikut.
B Tipologi Kepemimpinan
Tipologi kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam kelompok . Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:
1.Tipe Otokratis.
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
Tipologi kepemimpinan disusun dengan titik tolak interaksi personal yang ada dalam kelompok . Tipe-tipe pemimpin dalam tipologi ini dapat dikelompokkan dalam kelompok tipe berdasarkan jenis-jenisnya antara lain:
1.Tipe Otokratis.
Seorang pemimpin yang otokratis ialah pemimpin yang memiliki kriteria atau ciri sebagai berikut: Menganggap organisasi sebagai pemilik pribadi, Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi, Menganggap bawahan sebagai alat semata-mata, Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat, Terlalu tergantung kepada kekuasaan formalnya, Dalam tindakan pengge-rakkannya sering mempergunakan pendekatan yang mengandung unsur paksaan dan bersifat menghukum.
2.Tipe Militeristis
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
Perlu diperhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dari seorang pemimpin tipe militerisme berbeda dengan seorang pemimpin organisasi militer. Seorang pemimpin yang bertipe militeristis ialah seorang pemimpin yang memiliki sifat-sifat berikut : Dalam menggerakan bawahan sistem perintah yang lebih sering dipergunakan, Dalam menggerakkan bawahan senang bergantung kepada pangkat dan jabatannya, Senang pada formalitas yang berlebih-lebihan, Menuntut disiplin yang tinggi dan kaku dari bawahan, Sukar menerima kritikan dari bawahannya, Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.
3.Tipe Paternalistis.
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.
Seorang pemimpin yang tergolong sebagai pemimpin yang paternalistis ialah seorang yang memiliki ciri sebagai berikut : menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa, bersikap terlalu melindungi (overly protective), jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil inisiatif, jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengembangkan daya kreasi dan fantasinya, dan sering bersikap maha tahu.
4.Tipe Karismatik.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.
Hingga sekarang ini para ahli belum berhasil menemukan sebab-sebab mengapa seseorang pemimpin memiliki karisma. Umumnya diketahui bahwa pemimpin yang demikian mempunyai daya tarik yang amat besar dan karenanya pada umumnya mempunyai pengikut yang jumlahnya sangat besar, meskipun para pengikut itu sering pula tidak dapat menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin itu. Karena kurangnya pengetahuan tentang sebab musabab seseorang menjadi pemimpin yang karismatik, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supra natural powers). Kekayaan, umur, kesehatan, profil tidak dapat dipergunakan sebagai kriteria untuk karisma. Gandhi bukanlah seorang yang kaya, Iskandar Zulkarnain bukanlah seorang yang fisik sehat, John F Kennedy adalah seorang pemimpin yang memiliki karisma meskipun umurnya masih muda pada waktu terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat. Mengenai profil, Gandhi tidak dapat digolongkan sebagai orang yang ‘ganteng”.
5.Tipe Demokratis.
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
Pengetahuan tentang kepemimpinan telah membuktikan bahwa tipe pemimpin yang demokratislah yang paling tepat untuk organisasi modern. Hal ini terjadi karena tipe kepemimpinan ini memiliki karakteristik sebagai berikut : dalam proses penggerakan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah makhluk yang termulia di dunia, selalu berusaha mensinkronisasikan kepentingan dan tujuan organisasi dengan kepentingan dan tujuan pribadi dari pada bawahannya, senang menerima saran, pendapat, dan bahkan kritik dari bawahannya, selalu berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork dalam usaha mencapai tujuan, ikhlas memberikan kebebasan yang seluas-luasnya kepada bawahannya untuk berbuat kesalahan yang kemudian diperbaiki agar bawahan itu tidak lagi berbuat kesalahan yang sama, tetapi lebih berani untuk berbuat kesalahan yang lain, selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya, dan berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
C. Faktor Yang Mempengaruhi
Suwatno (2001:161), mengatakan bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi kepemimpinan adalah sebagai berikut :
1. Faktor genetis
Adalah faktor yang menampilkan
pandangan bahwa seseorang menjadi pemimpin karena latar belakang keturunannya.
2. Faktor sosial
Faktor ini pada hakikatnya semua orang
sama dan bisa menjadi pemimpin. Setiap orang memiliki kemungkinan untuk menjadi
seorang pemimpin, dan tersalur sesuai lingkungannya.
3. Faktor bakat
Faktor yang berpandangan bahwa
seseorang hanya akan berhasil menjadi seorang pemimpin yang baik, apabila orang
itu memang dari sejak kecil sudah membawa bakat kepemimpinan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi
kepemimpinan adalah sebagai berikut :
A.
Faktor Kemampuan Personal
Pengertian kemampuan adalah kombinasi
antara potensi sejak pemimpin dilahirkan ke dunia sebagai manusia dan faktor
pendidikan yang ia dapatkan. Jika seseorang lahir dengan kemampuan dasar
kepemimpinan, ia akan lebih hebat jika mendapatkan perlakuan edukatif dari
lingkungan, jika tidak, ia hanya akan menjadi pemimpin yang biasa dan standar.
Sebaliknya jika manusia lahir tidak dengan potensi kepemimpinan namun
mendapatkan perlakuan edukatif dari lingkunganya akan menjadi pemimpin dengan
kemampuan yang standar pula. Dengan demikian antara potensi bawaan dan
perlakuan edukatif lingkungan adalah dua hal tidak terpisahkan yang sangat
menentukan hebatnya seorang pemimpin.
B.
Faktor Jabatan
Pengertian jabatan adalah struktur
kekuasaan yang pemimpin duduki. Jabatan tidak dapat dihindari terlebih dalam
kehidupan modern saat ini, semuanya seakan terstrukturifikasi. Dua orang
mempunyai kemampuan kepemimpinan yang sama tetapi satu mempunyai jabatan dan
yang lain tidak maka akan kalah pengaruh. sama-sama mempunyai jabatan tetapi
tingkatannya tidak sama maka akan mempunya pengarauh yang berbeda.
C.
Faktor Situasi dan Kondisi
Pengertian situasi adalah kondisi yang
melingkupi perilaku kepemimpinan. Disaat situasi tidak menentu dan kacau akan
lebih efektif jika hadir seorang pemimpin yang karismatik. Jika kebutuhan
organisasi adalah sulit untuk maju karena anggota organisasi yang tidak
berkepribadian progresif maka perlu pemimpin transformasional. Jika identitas
yang akan dicitrakan oragnisasi adalah religiutas maka kehadiran pemimpin yang
mempunyai kemampuan kepemimpinan spritual adalah hal yang sangat signifikan.
Begitulah situasi berbicara, ia juga memilah dan memilih kemampuan para pemimpin,
apakah ia hadir disaat yang tepat atau tidak.
D.Implikasi Manajerial Kepemimpinan Dalam Organisasi
Sebab yang terjadi bila implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik karna adanya proses manajemen yang direncakan, karena induk dari sebuah perusahaan adalah pemimpin jadi bila pemimpin nya berkualitas maka perusahaan tersebut akan menjukukan kualitasnya.
Sebab yang terjadi bila implikasi manajerial kepemimpinan dalam organisasi adalah akan menciptakan kepemimpinan yang baik karna adanya proses manajemen yang direncakan, karena induk dari sebuah perusahaan adalah pemimpin jadi bila pemimpin nya berkualitas maka perusahaan tersebut akan menjukukan kualitasnya.
Pengambilan keputusan dapat dianggap sebagai suatu
hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada
pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia.
Setiap proses pengambilan keputusan selalu menghasilkan satu pilihan final.
Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap
pilihan.
Definisi Pengambilan Keputusan Menurut Para Ahli :
·
Menurut
George R. Terry pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku
(kelakuan) tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada.
·
Menurut
Sondang P. Siagian pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang
sistematis terhadap hakikat alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan
yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling cepat.
·
Menurut
James A. F. Stoner pengambilan keputusan adalah proses yang digunakan untuk
memilih suatu tindakan sebagai cara pemecahan masalah.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa
pengambilan keputusan itu adalah suatu cara yang digunakan untuk memberikan
suatu pendapat yang dapat menyelesaikan suatu masalah dengan cara / teknik
tertentu agar dapat lebih diterima oleh semua pihak.
Dasar
Pengambilan Keputusan
Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan
dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :
1. Intuisi
Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi
atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh.
Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini mengandung beberapa keuntungan
dan kelemahan.
2. Pengalaman
Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki
manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat
memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap
keputusan yang akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak pengalaman tentu
akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau
tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.
3. Fakta
Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat
memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat
kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang
dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.
4. Wewenang
Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya
dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi
kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan
berdasarkan wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
5. Logika/Rasional
Pengambilan keputusan yang berdasarkan logika ialah
suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses
pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional,
keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten
untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga
dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan.
Pada pengambilan keputusan secara logika terdapat beberapa hal yang perlu
diperhatikan, yaitu :
·
Kejelasan
masalah
·
Orientasi
tujuan : kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai
·
Pengetahuan
alternatif : seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya
·
Preferensi
yang jelas : alternatif bisa diurutkan sesuai criteria
·
Hasil
maksimal : pemilihan alternatif terbaik didasarkan atas hasil ekonomis yang
maksima.
Jenis-Jenis Keputusan
Dalam mengambil keputusan tentusaja ada beberapa jenis, Keputusan dalam sebuah
organisasi dapat digolongkan berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk
mengambil keputusan tersebut. Secara garis besar, keputusan digolongkan menjadi
2 yaitu keputusan rutin dan keputusan yang tidak rutin.
o Keputusan rutin (Keputusan
terprogram/keputusan terstruktur) adalah keputusan yang sifatnya rutin dan
berulang-ulang, dan biasanya telah dikembangkan secara tertentu untuk
mengendalikannya atau diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan
terutama pada manjemen tingkat bawah. Contoh keputusan pemesanan barang.
o Keputusan tidak rutin (Keputusan
tidak terprogram/ tidak terstruktur) adalah keputusan yang diambil pada
saat-saat khusus dan tidak bersifat rutin. Keputusan ini terjadi di manajemen
tingkat atas. Informasi untuk pengambilan keputusan tidak terstruktur tidak
mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari
lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yang sangat penting didalam
pengambilan keputusan tidak terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan
perusahaan lain merupakan contoh keputusan tidak terprogram.
Dalam mengambil keputusan, baik yang bersifat rutin maupun tidak, memiliki
dasar pengambilan keputusan.
Faktor-Faktor
yang mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan merupakan
proses wajar yang dialami oleh individu. Dalam prakteknya ternyata ada beberapa
hal yang bisa mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Siagian (1991)
menyatakan bahwa ada aspek-aspek tertentu bersifat internal dan eksternal yang
dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan.
Adapun aspek internal tersebut
antara lain :
a.
pengetahuan
Pengetahuan
yang dimiliki oleh seseorang secara langsung maupun tidak langsung akan
berpengaruh terhadap pengambilan keputusan. Biasanya semakin luas pengetahuan
seseorang semakin mempermudah pengambilan keputusan.
b. Aspek
kepribadian
Aspek
kepribadian ini tidak nampak oleh mata tetapi besar peranannya bagi pengambilan
keputusan.
Aspek eksternal dalam
pengambilan keputusan, antara lain :
a. Kultur
Kultur yang dianut oleh
individu bagaikan kerangka bagi perbuatan individu. Hal ini berpengaruh
terhadap proses pengambilan keputusan.
b. Orang lain
Orang lain dalam
hal ini menunjuk pada bagaimana individu
melihat contoh atau cara orang
lain (terutama orang dekat
) dalam melakukan pengambilan keputusan. Sedikit banyak
perilaku orang lain dalam mengambil keputusan pada gilirannya juga berpengaruh
pada perilkau individu dalam mengambil keputusan.
Arroba (1998) menyatakan ada
beberapa hal yang dapat mempengaruhi pengambilan keputusan yang dilakukan oleh
seseorang, antara lain :
1. Informasi yang diketahui
perihal permasalahan yang dihadapi
2. Tingkat pendidikan
3. Personality
4. Coping ,
dalam hal ini dapat berupa pengalaman hidup yang terkait dengan permasalahan
(proses adaptasi).
5. culture
Pada penelitian ini tidak
dilakukan pembahasan pada semua aspek yang ber- pengaruh terhadap pengambilan
keputusan (seperti tersebut di atas), namun tanpa bermaksud menolak atau
meniadakan aspek-aspek pengaruh tersebut , penelitian ini akan secara khusus mengupas
keterkaitan aspek kepribadian terhadap proses pengambilan keputusan.
Dan terdapat 6 faktor lain
yang juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan, yaitu :
1. Fisik
2.Emosional
3.Rasional
4.Praktikal
5.Interpersonal
6.Struktural
Implikasi Manajerial dalam
Pengambilan Keputusan :
Proses Pengambilan
Keputusan dalam partisipatif dalam organisasi sekolah Manajerial yang baik.
Rendahnya kemapuan kepala sekolah akan berpengaruh terhadap perolehan dukungan
dari masyarakat khususnya dukungan dalam mengambilan keputusan yang dikeluarkan
sekolah terkait dengan kebijakan dan rencana program pengembangan sekolah.
Implikasi Manajerial
dalam Pengambilan Keputusan
1.Gaya pengambilan
keputusan
2.Gaya Direktif
(Pengarahan)
3.Gaya Analitis
4.Gaya Konseptual
5. Gaya Perilaku
Source :
https://dayensobarna.wordpress.com/2015/04/27/jenis-jenis-keputusan-di-dalam-organisasi/
http://tulisanterkini.com/artikel/artikel-ilmiah/9097-faktor-faktor-yang-mempengaruhi-pengambilan-keputusan.html
https://ismaan.wordpress.com/2015/05/19/definisi-dan-dasar-pengambilan-keputusan/
http://erlanggaba.blogspot.co.id/2013/05/implikasi-manajerial-dalam-pengambilan.html
Inovasi yang lagi trend saat ini ? mungkin kalian tidak asing lagi dengan email, social network. E-commerce, bigo live, telegram ? kalian menggunakan berbagai macam aplikasi tersebut ? tapi apakah kalian tau mereka
menggunakan
cloud computing ?
Yaa sebagian besar dari Startup besar dunia sudah
menggunakan cloud computing, mungkin di indonesia belum terlalu booming #boom
seperti yang ada di luar negeri tapi, sebenarnya di indonesia sendiri pun para
startup sudah menggunakan cloud computing sebut saja “GOJEK” vs “GRAB” dua
startup yang sedang naik daun itu sudah menggunakan cloud computing.
Tapi apa sih sebenernya cloud computing itu ?
Cloud computing merupakan suatu teknollogi informasi
yang berbentuk suatu layanan yang tersedia di internet dan dapat digunakan
sercara bersamaan dengan banyak orang.
Cloud computing sendiri memiliki beberapa jenis
yaitu :
- Software
as a Service (SaaS) ( penggunaan Email, Social Network)
kalian semua pasti pernah menggunakan apa yang
dinamakan facebook, twitter atau pun sosmed lainnya, tapi apa kah kalian tahu
bahwa yang sedang kalian gunakan itu menggunakan cloud computing ? ya sosmed merupakan cloud computing jenis
Software as a service , lalu apa yang dimaksus dengan Saas ini ? jenis ini
merupakan suatu layanan yang sudah mengatur segalanya mengenai infrastruktur
dan platform yang digunakan untuk menjalankan aplikasi, jadi seorang user hanya langsung menggunakan
layanan ini aja. Dari berbagai jenis
layanan, SaaS ini merupakan yang paling mudah untuk digunakan karna kita tidak
perlu repot mengatur lainnya, namun kekurangan dari aplikasi ini kita memiliki
batasan dalam penggunaannya.
- Platform
as a Service (PaaS)(penyedia hosting
Hosting ? mungkin hal ini asing bagi kalian
yang tidak pernah mengoprek oprek web #naoneta, hosting merupakan penyedia
layanan yang didalamnya kita bisa melakukan install aplikasi kita karna sang
penyedia sudah menyiapkan beberapa infrastruktur, tapi kita diberikan kebebasan
dalam hal aplikasi dan data yang akan digunakan dalam aplikasi ini, perbedaan
antara SaaS dan PaaS ini adalah dalam segi biaya, mungkin untuk SaaS kita bisa
menggunakannya secara gratis( walaupun ada yang bayar) namun untuk PaaS ini
kita harus Mengeluarkan biaya untuk menggunakan PaaS ini dan kita harus mengatur beberapa hal sebelum layanan ini dapat digunakan.
- Infrastructure
as a Service (IaaS)(penyedia cloud server)
Kita sampai di jenis yang terakhir , contoh
nya adalah biznetcloud dan telkomcloud, saya pun baru tahu contoh yang satu ini
saat membuat artikel ini, mungkin hanya sedikit pencerahan yang bisa saya
berikan mengenai IaaS ini. Oke IaaS ini
merupakan penyedia layanan terlengkap dalam cloud computing karna kita
diberikan kebebasan dalam segi
hardwarenya juga, kita dapat memilih jenis OS (sistem operasi/ operating
system) yang kita inginkan, Networknya , virtualisasi platformnya. Namun kendala
dalam Iaas ini adalah harganya yang tidak mudah karna kita dianggapnya menyewa
suatu rumah yang segala isinya kita atur sendiri kita yang urus sendiri, maka
dari itu harganya tidak murah dibandingkan layanan lainnya.
Cukup untuk perkenalannya, dibawah ini adalah gambar
dari http://technologytrendsindex.kpmg.com/
, suatu web yang melihat trending IT di USA, cloud computing menempati no 1 di
website tersebut, ini membuktikan bahwa cloud computing sudah sangat terkenal
di USA.
Untuk selanjutkan saya akan meriview contoh penggunaan cloud computing dalam jenis PaaS, Paltform As
A Service, karna ini yang mungkin sulit kalian tanggap dengan mudah, contoh
yang saya gunakan adalah Pelajarhosting.com, ini merupakan layanan penyedia
hosting yang dibuat oleh anak GUNADARMA (weits mangstap ga ? ) oke langsung saja
lihat dibawah
Diatas
adalah homepage dari pelajarhosting.com,
Gambar diatas merupakan tempat kita untuk mengatur sebagian aplikasi yang akan kita gunakan, contoh jenis aplikasi diatas ada php,
perl, cgi tinggal mana yang akan kita gunakan.
Mungkin sekian review dari saya wkwkw jadi kalo ada
yang mau nanya dikomen, kalo ada yang salah posting bisa kirim email ke lolitrack@gmail.com
Yoooh sekian dari saya Mata raishu ~~~
source :
http://www.cloudindonesia.or.id/apa-itu-cloud-computing.html
http://adamfahmil96.blog.uns.ac.id/cloud-computing-era-teknologi-informasi-yang-mendunia/
Hoi selamat datang kembali di blog saya sekarang kita pengen bahas apa sih yang dimaksud sama teamwork, kata TEAM merupakan singkatan dari Team
Work, Excellence, Achieving dan Moving Forward. Bila diterjemahkan kata-kata
tersebut kedalaman Bahasa Indonesia, yang mana kata-kata tersebut diatas bisa
diartikan sebagai berikut :
Team
Work
Team work bisa diartikan sebagai kerja tim atau kerjasama, team work
atau kerja sama tim merupakan bentuk kerja kelompok dengan keterampilan yang
saling melengkapi serta berkomitmen untuk mencapai misi yang
sudah disepakati sebelumnya untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan
efisien. Harus disadari bahwa teamwork merupakan peleburan berbagai pribadi yang
menjadi satu pribadi untuk mencapai tujuan bersama.Sebuah tim itu sangat
memebutuhkan kemauan untuk saling bergandengan-tangan menyelesaikan
pekerjaan. Bisa jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli
dalam pekerjaan A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang
dimaksudkan dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama serta
saling melengkapi antar sesama.
Excellence
Excellence bisa diartikan sebagai prima, unggul atau keunggulan yang
dapat diartikan sebagai hasil atau output dari proses yang sistematik dan sah
atau legal untuk mendapatkan dan menganalisa informasi mengenai pesaing bisnis
yang telah ada dan potensial. Outputnya mungkin terdiri atas rencana atau
pemikiran yang saat ini dilakukan pesaing, fokus mereka, kegiatan atau program
yang sedang dijalankan. Keunggulan juga mungkin terdiri atas penilaian akan
kekuatan dan kelemahan yang dimiliki pesaing serta identifikasi peluang serta
hambatan secara keseluruhan yang dibutuhkan perusahaan untuk membuat keputusan
yang baik.
Achieving
Achieving bisa di artikan capai atau mencapai target, yang bisa diartikan
keinginan atau tekad untuk bekerja dengan lebih baik atau melampaui standart
prestasi atau target, standart tersebut bisa berupa prestasi diri sendiri
dimasa lampau, ukuran yang obyektif yang melebihi orang lain, sasaran yang
menantang atau sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh orang lain. Hal ini
bisa menjadi dorongan untuk bertindak lebih baik dan efisien.
Moving
Forward
Moving Forward dapat diartikan sebagai kedinamisan atau bergerak
terus-menerus melangkah lebih maju kedepan, bisa juga dijabarkan sebagai
suatu usaha yang dilakukan secara terus-menerus pada suatu pekerjaan atau usaha
tertentu yang bertujuan untuk melangkah lebih maju dan lebih baik dari saat
ini.
Karakteristik
Kelompok
1. Terdiri
dari dua orang atau lebih dalam interaksi sosial baik secara verbal
maupun non verbal.
2. Anggota
kelompok harus mempunyai pengaruh satu sama lain supaya dapat diakui menjadi
anggota suatu kelompok
3. Mempunyai
struktur hubungan yang stabil sehingga dapat menjaga anggota kelompok secara
bersama dan berfungsi sebagai suatu unit.
4. Anggota
kelompok adalah orang yang mempunyai tujuan atau minat yang sama.
5. Individu
yang tergabung dalam kelompok, saling mengenal satu sama
lain serta dapat membedakan orang-orang yang bukan anggota kelompoknya.
TAHAPAN
PEMBENTUKAN KELOMPOK
Salah satu model perkembangan kelompok yang paling banyak digunakan mengonsumsikan bahwa kelompok-kelompok berkembang melalui lima tahap perkembangan :
1) Tahap pembentukan (forming) Tahap ini ditandai oleh adanya ketidakpastian (dan seringkali juga kebingungan) mengenai sasaran, struktur, dan kepemimpinan kelompok.
2) Tahap konflik (Storming) Tahap konflik dalam perkembangan kelompok cenderung ditandai adanya konfrontasi. Biasanya merupakan tahap yang emosional, dimana muncul kompetisi antar anggota kelompok demi mendapatkan penugasan yang diharapkan dan perselisihan pendapat mengenai perilaku-perilaku terkait tugas dan tanggung jawab.
3) Tahap pembentukan norma (Norming) Tahap normalisasi ditandai dengan adanya kinerja kerjasama dan kekompakan. Tahap ini merupakan tahap dimana kohesivitas kelompok mulai berkembang secara signifikan.
4) Tahap Penunjukkan Kinerja (Performing) Pada tahap ini sering kali menjadi tahap terakhir. ialah tahap saat kelompok menunjukkan kinerjanya. Tahap pembentukan kinerja ini adalah tahap saat kelompok berfungsi sepenuhnya. Struktur kelompok telah ditetapkan, dan setiap anggota memahami dan menerima perannya masing-masing.
5) Tahap Pembubaran (Adjourning) Tahap pembubaran merupakan tahap berakhirnya aktivitas kelompok.
Kekuatan Teamwork
Dalam sebuah tim yang dibutuhkan
adalah kemauan untuk saling bergandeng-tangan menyelesaikan pekerjaan. Bisa
jadi satu orang tidak menyelesaikan pekerjaan atau tidak ahli dalam pekerjaan
A, namun dapat dikerjakan oleh anggota tim lainnya. Inilah yang dimaksudkan
dengan kerja tim, beban dibagi untuk satu tujuan bersama.
Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya.
Saling mengerti dan mendukung satu sama lain merupakan kunci kesuksesan dari teamwork. Jangan pernah mengabaikan pengertian dan dukungan ini. Meskipun terjadi perselisihan antar pribadi, namun dalam tim harus segera menyingkirkannya terlebih dahulu. Bila tidak kehidupan dalam tim jelas akan terganggu. Bahkan dalam satu tim bisa jadi berasal dari latar belakang divisi yang berbeda yang terkadang menyimpan pula perselisihan. Makanya sangat penting untuk menyadari bahwa kebersamaan sebagai anggota tim di atas segalanya.
Berikut
poin-poin teamwork yang baik:
a. Teamwork adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.
b. Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
c. Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
d. Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus disingkirkan.
e. Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
f. Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
g. Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal sukses bersama.
h. Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.
i. Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team. Bayangkan jika si A mengejar target A & si B mengejar target B, lalu target bersama bermuara kemana?
j. Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.
k. Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada pemboikotan kerjasama.
l. Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target tidak perlu waktu yang lama.
m. Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the dream work’.
Implikasi Manajerial
a. Teamwork adalah kerjasama dlm tim yang biasanya dibentuk dari beragam divisi dan kepentingan.
b. Sama-sama bekerja bukanlah teamwork, itu adalah kerja individual.
c. Filosofi teamwork: ‘saya mengerjakan apa yang Anda tidak bisa dan Anda mengerjakan apa yang saya tidak bisa.
d. Ketika berada dalam teamwork, segala ego pribadi, sektoral, deparmen harus disingkirkan.
e. Dalam teamwork yang dikejar untuk dicapai adalah target bersama, bukan individual.
f. Keragaman individu dalam teamwork memang sebuah nilai plus namun bisa menjadi minus jika tidak ada saling pengertian.
g. Saling pengertian terhadap karakter masing-masing anggota team akan menjadi modal sukses bersama.
h. Jika setiap orang bekerjasama via bidang masing-masing, target korporasi pasti akan segera terealisasi.
i. Individu yang egois mengejar target pribadi akan menghambat keberhasilan team. Bayangkan jika si A mengejar target A & si B mengejar target B, lalu target bersama bermuara kemana?
j. Keahlian masing-masing sungguh menjadi anugerah dalam teamwork yang akan mempercepat proses pencapaian target.
k. Kendalikan ego dan emosi saat bersama agar pergesekan tidak berujung pada pemboikotan kerjasama.
l. Dengan pemahaman yang tinggi soal karakter individu dalam team, realisasi target tidak perlu waktu yang lama.
m. Ingatlah selalu bahwa: ‘teamwork makes the dream work’.
Implikasi Manajerial
Menurut kamus besar Bahasa Indonesia ,
kata implikasi berarti akibat. Kata implikasi sendiri dapat merujuk ke beberapa
aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat ini adalah manajerial atau
manajemen.
Teori X dan Y
Teori ini dikemukakan oleh Douglas Mc.
Gregor (1967) yang memiliki pandangan yang berbeda terhadap manusia yaitu pada
dasarnya manusia bersifat negative (Teori X) dan bersifat positife (Teori Y)
Mc. Gregor menyimpulkan bahwa pandangan seorang manajer tentang sifat manusia
didasarkan pada pengelompokan asumsi tertentu dan manajer tersebut cenderung
membentuk perilakunya terhadap bawahan sesuai dengan asumsi tersebut. Dalam
Teori X terdapat empat asumsi , yaitu diantaranya :
1. bawahan tidak suka bekerja dan
bilamana mungkin akan berusaha menghindarinya
2. karena bawahan tidak suka bekerja ,
mereka harus dipaksa , dikendalikan atau diancam dengan hukuman
3. bawahan akan mengelak tanggung
jawab dan sedapat mungkin hanya mengikuti perintah formal
4. kebanyakan bawahan mengutamakan
rasa aman (agar tidak ada alasan untuk dipecat ) dan hanya menunjukan sedikit
ambisi
Sedangkan , dalam teori X diasumsikan
bahwa :
1. bawahan memandang bahwa pekerjaan
sama alamiyahnya dengan istirahat dan bermain
2. seseorang yang memiliki komitmen
paada tujuan akan melakukan pengarahan dan pengendalian diri
3. seseorang yang biasa-biasa saja
dapat belajar untuk menerima , bahkan mencari tanggung jawab
4. kreativitas yaitu kemampuan untuk
membuat keputusan yang baik (pendelegasian wewenang dan tanggung jawab)
Source :
https://sofiaribowo.wordpress.com/2013/07/02/kekuatan-team-work-dan-implikasi-manajerial/
Pengertian
Komunikasi Secara Umum adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan atau informasi antara dua
individu atau lebih dengan efektif sehingga dapat dipahami dengan mudah. Istilah
komunikasi dalam bahasa inggris disebut communication, yang berasal
dari kata communication ataucommunis yang memiliki
arti sama atau sama yang memiliki makna pengertian bersama. Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan
atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat
dipahami.
Pengertian Komunikasi menurut definisi James A.F.Stoner adalah proses dimana seseorang berusaha
memberikan pengertian dengan cara pemindahan pesan. Sedangkan menurut definisiProf. Drs. H.A.W. Widjaya yang
mengatakan bahwa pengertian komunikasi adalah hubungan kontak antar dan antara
manusia baik individu maupun kelompok. Menurut definisi William F.Glueck yang menjelaskan
bahwa komunikasi dapat dibagi menjadi dengan dua bentuk. yaitu sebagai berikut
·
Interpersonal Communications : Interpersonal
communications (komunikasi antarpribadi adalah proses pertukaran informasi
serta pemindahan pengertian antara dua orang atau lebih di dalam suatu kelompok
kecil manusia.
·
Organization Communications : Organization
communications adalah proses dimana pembicara secara sistematis memberikan
informasi dan memindahkan pengertian kepada orang yang banyak dalam organisasi
dan kepada pribadi-pribadi dan lembaga-lembaga di luar yang ada hubungan.
Arti penting
Komunikasi bukan cuma
terkait dengan bagaimana cara menggunakan bahasa tapi sangat terkait juga dalam
menyampaikan pesan dalam bentuk yang lainnya seperti tatapan mata, gesture
tubuh, serta mungkin intonasi.
Komunikasi itu penting, semua orang tahu, karena
ini merupakan basic instinct dari setiap makhluk hidup. Setiap makhluk punya
cara komunikasi masing-masing, setiap manusia pun tak lepas dari cara dia
melakukan komunikasi. Kita tak bisa membeda-bedakan bahasa, suku, adat,
kebiasaan, tradisi maupun agama karena pada dasarnya berkomunikasi,
menyampaikan pesan itu asal dilakukan dengan baik dan benar, serta dalam
keadaan saling terbuka, fikiran jernih tanpa sentimen dan perasaan negatif,
pasti maksud yang ingin disampaikan dapat diterima.
PROSES KOMUNIKASI
Contoh model komunikasi yang sederhana digambarkan
dibawah ini :
Jika salah satu elemen komunikasi tidak ada maka komunikasi tidak akan berjalan. Ada
komponen-komponen dalam komunikasi antara lain :
Pengirim(Sender=Sumber) adalah seseorang yang mempunyai kebutuhan atau informasi
serta mempunyai kepentinga mengkomunikasikan kepada orang lain.
Pengkodean (Encoding) adalah pengirim mengkodean informasi yang akan
disampaikan ke dalam symbol atau isyarat.
Pesan (Massage), pesan dapat dalam segala bentuk biasanya dapat
dirasakan atau dimengerti satu atau lebih dari indra penerima.
Saluran (Chanel) adalah cara mentrasmisikan pesan, misal kertas untuk
surat, udara untuk kata-kata yang diucapkan.
Penerima (Recaiver) adalah orang yang menafsirkan pesan penerima, jika pesan
tidak disampaikan kepada penerima maka komunikasi tidak akan terjadi.
Penafsiran kode (Decoding) adalah proses dimana penerima menafsirkan pesan dan
menterjemahkan menjadi informasi yang berarti baginya. Jika semakin tepat
penafsiran penerima terhadap pesan yang dimaksudkan oleh penerima, Maka semakin
efektif komunikasi yang terjadi.
Umpan balik (Feedback) adalah pembalikan dari proses komunikasi dimana reaksi
kominikasi pengirim dinyatakan.
Jenis-jenis
komunikasi
a. Komunikasi
formal vs informal
Komunikasi formal adalah komunikasi yang mengikuti rantai
komando yang dicapai oleh hirarki wewenang. Komunikasi informal adalah
komunikasi yang terjadi diluar dan tidak tergantung pada herarki wewenang.
Komunikasi informal ini timbul karena adanya berbagai maksud, yaitu
- Pemuasan kebutuhan manusiawi,
- Perlawanan terhadap pengaruh yang monoton dan
membosankan,
- Keinginan untuk mempengaruhi perilaku orang lain,
- Sumber informasi hubungan pekerjaan.
Jenis lain dari komunikasi informasi adalah adalah
dasas-desusyang secara resmi tidak setuju. Desas-desus ini juga mempunyai
peranan fungsional sebagai alat komunikasi tambahan bagi organisasi.
b. Komunikasi ke bawah vs komunikasi ke atas vs komunikasi lateral
Komunikasi kebawah mengalir dari peringkat atas ke bawah
dalam herarki. Komunikasi ke atas adalah berita yang mengalir darin peringkat
bawah ke atas atas suatu organisasi. Komunikasi lateral adalah sejajar antara
mereka yang berada tingkat satu wewenang.
c. Komunikasi
satu arah dan dua
arah
Komunikasi satu arah, pengirim berita berkomunikasi tanpa
meminta umpan balik, sedangkan komunikasi dua arah adalah penerima dapat dan
memberi umpan balik.
Bagaimanapun juga keefektifan komunikasi organisasi
dipengaruhi beberapa factor diantaranya :
1.
Saluran komunikasi formal
2.
Sruktur wewenang
Dalam organisasi dimana perbedaan stasus dan kekuasaan
akan mempengaruhi isi komunikasi.
1.
Spesialis jabatan
Anggota organisasi yang sama akan menggunakan
istilah-istilah, tujuan, tugas, waktu, dan gaya yang sama dalam berkomonikasi.
1.
Pemilikan informasi
Berarti individu memunyai informasi dan pengetahuan yang
khas mengenai tugasnya.
Dari pengamatan yang ada, bentuk-bentuk jaringan
komunikasi dikelompokan ke dalam beberapa bentuk diantaranya bentuk lingkaran,
diagonal, lateral, rantai, huruf Y, dan bintang.
Apa sih komunikasi efektif ?
Semua
orang dapat berkomunikasi dengan caranya masing-masing, tetapi tidak semuanya
mampu berkomunikasi secara efektif. Lalu apa itu komunikasi yang efektif?
Komunikasi yang efektif dapat dipahami sebagai komunikasi yang mampu
menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang lain.
Perubahan sikap ini biasanya terlihat pada proses maupun masa pasca komunikasi.
Menurut Mc. Crosky Larson dan
Knapp, komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy)
yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam proses
komunikasi. Komunikasi yang efektif hanya dapat terjadi jika komunikator dan
komunikan memiliki persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa. Sebuah
komunikasi dikatakan efektif apabila:
- Pesan dapat diterima dan dimengerti serta
dipahami sebagaimana yang dimaksud oleh pengirimnya.
- Pesan yang disampaikan oleh pengirim dapat
disetujui oleh penerima dan ditindaklanjuti dengan perbuatan yang diminati
oleh pengirim.
- Tidak ada hambatan yang berarti untuk melakukan
apa yang seharusnya dilakukan untuk menindaklanjuti pesan yang dikirim.
. IMPLIKASI MANAJERIAL
Menurut
kamus besar Bahasa Indonesia, kata Implikasi berarti akibat. Kata Implikasi
sendiri dapat merujuk ke beberapa aspek yaitu salah satunya yang dibahas saat
ini adalah manajerial atau manajemen
Dalam manajemen terdapat 2 implikasi yaitu :
1. Implikasi prosedural meliputi tata cara analisis, pilihan representasi,
perencanaan kerja dan formulasi kebijakan
2. implikasi kebijakan meliputi sifat substantif, perkiraan ke depan dan
perumusan tindakan
Source :
https://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi
http://www.artikelsiana.com/2015/02/pengertian-komunikasi-tujuan-fungsi-manfaatnya.html
http://www.p2kp.org/pustaka/files/modul2/peldas2016/Tema%205%20Agen%20Pembangunan/Komunikasi%20Efektif/BB01-Komunikasi%20Efektif.doc
http://pelatihanguru.net/apa-itu-jenis-jenis-tahap-komunikasi-dan-pengertian-proses-komunikasi
http://ciputrauceo.net/blog/2016/2/18/unsur-unsur-komunikasi-efektif









